Tidaklah perlu lagi bagi seseorang untuk membuat cara baru dalam agama atau mencari ibadah-ibadah lain yang mana hanya akan mendapatkan kesia-siaan lebih-lebih menjadikannya sebuah kesesatan. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barang siapa yang membuat perkara baru dalam urusan agama yang tidak ada sumbernya maka tertolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dikarenakan tidak adanya tuntunan tentang mengadakan acara ritual secara islami, maka sebaiknya bila kita mengunjungi tempat-tempat sakral harus senantiasa bertafakur yang dilandaskan pada firman Allah SWT seperti dikutip pada ayat berikut :


الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (QS:Ali Imran ayat 191)
Artinya :
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Chitika

Senin, 27 September 2010

TIM SARBELINK


Berikut ini adalah foto tim sarbelink dalam wisataritual di candi cetho

Sing Bahurekso Sarbelink












Tidak ada komentar:

Poskan Komentar